Sabtu, 14 Desember 2019

KARYA TULIS ILMIAH KURNIAWAN - BENTUK-BENTUK KEGIATAN DAKWAH



KARYA TULIS ILMIAH
BAHASA INDONESIA
BENTUK-BENTUK KEGIATAN DAKWAH


DOSEN PENGAMPU
HENDRI FIRMANSYAH M.Pd

DISUSUN OLEH
KURNIAWAN REDA PUTRA (1911330002)




PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BENGKULU
TAHUN AKADEMIK 2019/2020


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis tentu menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk Karya Tulis Ilmiah ini, supaya Karya Tulis Ilmiah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada Karya Tulis Ilmiah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada Dosen Bahasa Indonesia kami yang telah membimbing dalam menulis Karya Tulis Ilmiah ini.
Demikian, semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.






 
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG..................................................................................
2.      RUMUSAN MASALAH..............................................................................
3.      TUJUAN........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
1.      TABLIGH.....................................................................................................
2.      IRSYADN ISLAM.......................................................................................
3.      TADBIR ISLAM..........................................................................................
4.      TATHWIR ISLAM.......................................................................................
BAB III PENUTUP
1.      KESIMPULAN.............................................................................................
2.      SARAN.........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA




 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dakwah dalam pengertian syara’ (istilah), menurut pendapat dari H. M . Arifin, M. Ed. Mengandung pengertian sebagai suatu ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain, baik secara individual maupun secara kelompok, agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan, serta pengalaman terhadap ajaran agama sebagai massage yang disampaikan kepadanya dengan tanpa adanya unsur-unsur paksaan.
Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Islam adalah agama dakwah, yang mengandung arti bahwa keberadaannya di muka bumi ini adalah dengan sebarluaskan dan diperkenalkan kepada umat melalui aktivitas dakwah, bukan dengan paksaan, kekerasan, tidak pula dengan kekuatan pedang. Hal ini dapat kita pahami, karena islam adalah agama perdamaian, agama cinta kasih, agama pembebas dari belenggu pembudakan, agama yang mengakui hak dan kewajiban setiap individu. Dengan demikian, anggapan para orientalis yang mengatakan bahwa islam adalah agama terorisme, adalah suatu pandangan yang salah kaprah, dan sangat mengada-ada. Betapa tidak, padahal Al-quran sebagai kitab suci yang dipedomani oleh umat islam telah menegaskan, bahwa tidak ada paksaan untuk memeluk islam.
Dakwah sekarang dipahami bukan hanya proses penyampaian pesan islam dalam bentuk ceramah, khutbah di podium atau mimbar saja, yang biasa di lakukan para penceramah atau mubaligh akan tetapi dakwah merupakan beragai aktifitas keislaman yang memberikan dorongan, percontohan, penyadaran baik berupa aktivitas lisan, tulisan dan perbuatan dalam rangka merealisasikan nilai-nilai ajaran islam yang di laksanakan oleh seluruh umat islam sesuai dengan kedudukan dan profesinya masing-masing untuk mewujudkan kehidupan umat manusia meraih keridhoan Allah dan selamat di dunia dan akhirat. Yang paling di utamakan buat kepekaan seorang Da’I terhadapan pemahaman kepekaan Mad’unya yaitu dari mulai diri sendiri.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang di maksud dari Tabligh islam?
2.      Apa yang di maksud dari Irsyad islam?
3.      Apa yang di maksud dari Tadbir islam?
4.      Apa yang di maksud dari Tathwir islam?

 
C.     TUJUAN
Tujuan pemakalah membuat ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menambah wawasan bentuk – bentuk dakwah dengan cara mempresentasikan apa yang kita kemukakan ke teman – teman. Selain itu kami punya tujuan lain diantaranya :
1.      Untuk mengetahui apa yang di maksud Tabligh islam.
2.      Untuk mengetahui apa yang di maksud Irsyad islam.
3.      Untuk mengetahui apa yang di maksud Tadbir islam.
4.      Untuk mengetahui apa yang di maksud Tathwir islam.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    TABLIGH
1.    Pengertian tabligh
·Secara etimologi tabligh berasal dari kata kerja “ballagha- yuballighutablighan” (ﺑﻠﱠﻎ -يبلﱠِغُ - تبلِغً . ) Yang artinya menyampaikan. Menurut pandangan M. Natsir tabligh berarti ballagha, yang artinya menyampaikan dengan sempurna, seperti dalam kalimat ballaghul mubin yang artinya menyampaikan keterangan yang jelas, sedemikian rupa, sehingga dapat diterima oleh akal dan dapat ditangkap oleh hati, kemudian dapat pula dicerna oleh keduaduanya.
·Sedangkan secara istilah tabligh yang dikemukakan menurut beberapa pendapat, yaitu:
- M. Bahri Ghazali dalam bukunya Dakwah Komunikatif mengatakan bahwa tabligh adalah suatu kegiatan penyampaian pesan ajaran agama islam. Di dalam kegiatan tabligh itu unsureunsure ajakan, seruan, panggilan, agar orang yang dipanggil berkenan mengubah sikap dan perilakuya sesuai dengan ajaran agama islam yang dipeluknya
-Menurut Ensiklopedi Islam bahwa tabligh berarti menyampaikan ajaran- ajaran islam yang diterima dari Allah Swt kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman dan dilaksanakan agar memperoleh kebahagiaan dunia akhirat.
Jadi secara istilah tabligh dapat disimpulkan yang berarti menyampaikan ajaran-ajaran islam kepada umatnya, agar ajaran-ajaran tersebut dapat dijadikan pedoman dan dilaksanakan dalam kehidupan mereka, sehingga mereka mau mengubah sikap dan perilakunya apabila tidak sesuai dengan ajaran islam, dengan tujuan memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Secara harfiah dakwah dan tabligh dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan, karena keduanya merupakan bagian integral dari keilmuan dakwah. Tabligh artinya menyampaikan sedangkan dakwah artinya mengajak atau ajakan, tabligh pada dasarnya merupakan bagian dari dakwah, karena tabligh adalah dakwah yang dilakuan melalui lisan atau dapat dikategorikan sebagai dakwah bil-lisan. Orang yang menyampaikannya disebut mubaligh.
Seorang mubaligh akan menghadapi orang-orang yang beraneka pemahamannya khususnya orang awam tentng islam. Karena awamnya ini, boleh jadi rintangan dan ancaman terhadap mubaligh sangat besar. Dalam surah al-ma’idah ayat 67 dijelaskan bahwa rasulullah SAW. diperintahkan untuk tabligh ( menyampaikan wahyu yang diterima dari allah SWT. ) dan allah SWT. menjanjikan penjagaannya.


B.     Irsyad Islam
1. Pengertian irsyad islam
·Istilah irsyad berasal dari kata rasyada-yarsyudu-rusydan –wa rasyadan رَشَدَ  يَرْشُدُ  رُشْدَنْ  وَرَشَدَن ) )yang berarti mencapai kedewasaan, mengajar, memimpin, membimbing, menunjukkan, memberi nasehat dan petunjuk. Sedangkan kata irsyad (al-irsyad) berarti petunjuk , pengajaran, nasehat, pendapat dan pertimbangan.
Jadi irsyad adalah penyebar luasan ajaran agama islam yang sangat spesifik dikalangan sasaran tertentu. Ia menampilkan hubungan personal antara pembimbing dengan terbimmbing. Ia lebih berorientasi pada pemecahan masalah individu yang dialami oleh terbimbing, sedangkan pembimbing memberikan jalan keluar sebagai masalah tersebut. Disamping itu ia juga mencakup penyebar luasan ajaran islam dikalangan agregat tertentu dengan suatu pesan tertentu. Pesan itu merupakan paket program yang dirancang oleh pelaku dakwah.
Irsyad memiliki makna transmisi, yaitu proses memberitahukan dan membimbing terhadap individu, dua orang, tiga orang atau kelompok kecil (naskah) atau memberikan solusi atas permasalahan kejiwaan yang dihadapi.
Ada beberapa fokus kegiatan bentuk dakwah irsyad yaitu:
·Bimbingan: Bidang ini mengkaji tentang prinsip-prinsip dasar dan teori bimbing, mulai dari dasar-dasar, fungsi dan ruang lingkup bimbingan BK. Kemudian dilanjutkan dengan mempelajari teori-teori dasar bimbingan untuk dapat diterapkan di lapangan. Tujuannya, memberikan bekal pemahaman dan wawasan mengenai bimbingan sehingga dapat membantu dalam melaksanakan aktivitas bimbingan islam.
·Konseling : Bidang ini mengkaji tentang prinsip-prinsip dasar dan teori konseling. Ia menjelaskan dasar-dasar, fungsi dan ruang lingkup konseling. Tujuannya adalah memberikan bekal pemahanan dan wawasan mengenai konsep dan aplikasi konseling, sehingga umat dapat melaksanakan aktivitas konseling islam.
·Psikoterapi Islam: Bidang ini mengkaji tentang masalah-masah mendasar dalam psikoterapi, mengenal psikoterapi persamaan- perbedaan psikoterapi dan konseling serta mengenal dasar-dasar prosedur, teknik dan pendekatan dalam psikoterapi khususnya psikoterapi religius. Tujuannya adalah agar umat mengenal dan memehami konsep-konsep dasar psikoterapi serta memiliki keterampillan penerapan konsep-konsep spikoterapi dalam melakukuan terapi menurut pendekatan islam.
·Penyuluhan Islam: Bidang ini mengkaji tentang penyuluhan islam sebagai salah satu cabang ilmu dakwah.kajiannya meliputi sejarah perkembangan, tujuan dan fungsi, ruang lingkup serta konsep-konsep dasar bimbingan dan penyuluhan islam sebagai landasan bagi penguasaan ilmu bimbingan dan penyuluhan islam secara psifik dan mendalam. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada umat tentang dasar-dasar teoritik dan prinsip-prinsip penyuluhan islam teori-teori penyuluhan islam, yang profesional, memberikan wawasan komprehensif dan integratif mengenai ketrampilan membuat keputusan, menyusun perencanaan, serta memilih cara dan alat (media) untuk aktivitas penyuluhan islam.

C. TADBIR ISLAM
1. Pengertian tadbir
Tadbir (manajemen pembangunan masyarakat), dilakukan dalam rangka perekayasaan sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam kehidupan yang lebih baik, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pranata sosial keagamaan, serta menumbuhkan dan mengembangkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat, dengan kegiatan pokok : penyusunan kebijakan, perencanaan program, pembagian tugas dan pengorganisasian, pelaksanaan dan pemonitoran serta pengevaluasian dalam pembangunan masyarakat dari melalui pembangunan. Dua ragam dakwah yang terakhir ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman.
Upaya peningkatan kualitas aktivitas dakwah sangat berkaitan dengan usaha yang meningkatkan kualitas seluruh komponen (rukun) yang terlibat dalam kegiatan dakwah, yaitu kualitas sumber daya dai (SDD), Mad’u, materi, dll.
Berkaitan dengan paparan sederhana diatas, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kegiatan dakwah itu direncanakan, karena suatu perencanaan yang baik harus didasarkan hasil penelitian lapangan secara objektif. Tahap perencanaan dakwah sangat menentukan perencanaan dakwah sangat menentukan keberhasilan dakwah. Jika seorang dai atau suatu lembaga dakwah gagal dalam merumuskan suatu perencanaan dakwah, dalam perpektif manajemen, ia juga sedang merencanakan kagagalan. Sebuah ungkapan yang sangat terkenal dari dunia manajemen adalah : Those who fail to plain, plain to fail, siapa yang gagal dalam membuat rencana, berarti ia sedang merencanakan kegagalan.
Mengikuti teori perencanaan dalam dunia manajemen modern, setidaknya terdapat beberapa tahap dalam merumuskan rencana dakwah. :
a. Menetapkan serangkaian tujuan dakwah. Perencanaan ini dimulai dengan keputusan tentang keinginan atau kebutuhan dai atau organisasi dakwah. Tanpa rumusan tujuan yang jelas, dai atau lembaga dakwah tidak dapat menggunakan sumber dayanya secara efektif
b. Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman dan identifikasi kondisi yang dihadapi masyarakat dakwah (mad’u) menjadi sangat penting untuk merumuskan dan menentukan langkah yang paling tepat dilakukan. Tahap ini memerlukan pasokan data dan informasi yang memadai tentang suatu masyarakat yang dijadikan sebagai sasaran dakwah.
c. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan. Hal ini dilakukan untuk mengukur kemampuan seorang dai atau lembaga dakwah dalam mencapai tujuan dakwah
d. Mengembangkan rencana dakwah untuk pencapaian tujuan. Tahap terakhir dalam proses perencanaan dakwah ini meliputi pengembangan berbagai alternative kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternative-altrnatif, dan pemilihan alternatif terbaik diantara berbagai alternative yang ada.
Seluruh umat manusia baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, miskin atau kaya, muslim maupun non muslim, kesemuanya menjadi objek dari kegiatan dakwah islam ini, semua berhak menerima ajakan dan seruan ke jalan Allah.
Jika ditinjau dari dari aspek psikologis, pendidikan, lingkungan sosial, ekonomi serta keagamaan, merupakan suatu hal yang pokok dalam dakwah. Karena hal tersebut akan sangat membantu dalam pelaksanaan dakwah, terutama dalam hal penentuan tingkat dan macam materi yang akan disampingkan, atau metode mana yang akan diterapkan, serta melalui media apa yang tepat untuk dimanfaatkan, guna menghadapi mad’u dalam proses dakwahnya.
Demi mengetahui keadaan masyarakat yang menjadi sasaran dakwah, maka kita perlu mengklasifikasikan mereka menurut derajat pemikirannya. Dalam pada klasifikasi mereka ini, menurut Hamzah Ya’qub dibagi dalam beberapa kelompok antara lain :
a. Umat yang berfikir kritis, tergolong orang-orang yang berpendidikan dan berpengalaman
b. Umat yang mudah dipengaruhi, yaitu suatu masyarakat yang mudah untuk dipengaruhi untuk dipengaruhi oleh paham baru
c. Umat yang bertaklid, yakni golongan masyarakat yang fanatic buta bila berpegangan pada tradisi dan kebiasaan turun-temurun.
Masalah berikutnya adalah bagaimana kegiatan dakwah itu ditangani (diorganisasikan) karena penanganan yang baik berkaitan dengan cara pembagian tugas secara tepat, terpadu, dan pertimbangan keahlian. Pelaksanaan dakwah yang baik berkaitan dengan ketetapan skala prioritas, sasaran, kebutuhan, target dan tujuan. Kontrol atau evaluasi dakwah yang baik berhubungan dengan evaluasi secara cermat, general, melihat ulang fungsi-fungsi manajemen dakwah yang lain. Semua itu bertujuan membantu dalam menentukan langkah-langkah dakwah secara lebih tepat dan efektif.
D. Tathwir Islam
1. Pengertian Tathwir Islam
Tathwir menurut bahasa berarti pengembangan, menurut istilah berarti kegiatan dakwah dengan pentransformasian ajaran Islam melalui aksi amal shaleh berupa pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber daya lingkungan, dengan kata lain mengembangkan pranata-pranata sosial, dan lingkungan atau pengembangan kehidupan muslim dalam aspek
Tathwir ialah sosialisasi ajaran Islam kepada masyarakat untuk mempertinggi derajat kesalehan perilaku individu dan kelompok, sehingga dapat memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Mencakup transformasi, yaitu peroses pengamalan ajaran Islam menjadi pengamalan, berupa pemberdayaan(taghyir & tamkin) sumberdaya insani, lingkungan hidup dan ekonomi aspek kultur universal.
Tathwir merupakan kegiatan pelembagaan nilai-nilai Islam ke dalam budaya masyarakat. Contohnya acara tahlilan, merupakan budaya masyarakat yang telah disisipkan nilai-nilai Islam.
Demikian bahasan mengenai arti dan dimensi dakwah. Kini jelaslah bahwa dakwah tak hanya sekedar ceramah (yang merupakan bagian dari tabligh). Meskipun benar bahwa ceramah atau tabligh adalah bagian dari dakwah, namun dakwah tidak hanya itu. Masih banyak kajian dakwah lain selain dari ceramah, sebagaimana telah dijelaskan diatas.





BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat kita peroleh dalam pembahasan makalah ini adalah :
 1. Bentuk-bentuk dakwah adalah cara-cara tertenu yang di lakukan oleh seorang atau beberapa orang untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah dan kasih saying dengan langkah-langkah sistematis dalam menyampaikan atau menyeru umat ke jalan Allah SWT sehingga dapat mencapai tujuan yang di inginkan.
2. Bentuk-bentuk dakwah terdiri atas tabligh, irsyad, tabdir dan tathwir.
3. Tabligh adalah bagian dari sistem dakwah islam, begitupun tadbir, irsyad dan tathwir. Kegiatan dakwah adalah usaha bersama orang yang beriman dalam merealisasikan ajaran islam kedalam seluruh aspek kehidupan yang dilakukan melalui lembaga – lebaga atau organisasi-organisasi.

B.     SARAN
                  Kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan baik dari penulisan serta penyajian dalam Makalah ini. Oleh sebab itu kami mengharpkan masukan-masukan dari Dosen pembimbing serta teman-teman guna kesempurnaan makalah yang akan datang




DAFTAR PUSTAKA


Aziz, Moh. Ali, 2009, Ilmu Dakwah, Jakarta: Kencana,
Amin, Samsul Munir, 2009, Ilmu Dakwah, Jakarta: Amzah
Tualeka, Hamzah, 1993, Pengantar Ilmu Dakwah, Surabaya: Indah Ofset.

0 komentar:

Posting Komentar

 

About

Site Info

Text

Inspirasi Islam Copyright © 2009 Template is Designed by Islamic Wallpers