KARYA TULIS ILMIAH
BAHASA
INDONESIA
BENTUK-BENTUK
KEGIATAN DAKWAH
DOSEN
PENGAMPU
HENDRI
FIRMANSYAH M.Pd
DISUSUN
OLEH
KURNIAWAN
REDA PUTRA (1911330002)
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS
USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BENGKULU
TAHUN
AKADEMIK 2019/2020
KATA PENGANTAR
Segala puji
bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan
Karya Tulis Ilmiah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan baik.
Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita
yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis tentu
menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk Karya Tulis Ilmiah ini,
supaya Karya Tulis Ilmiah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik
lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada Karya Tulis Ilmiah ini
penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada Dosen Bahasa
Indonesia kami yang telah membimbing dalam menulis Karya Tulis Ilmiah ini.
Demikian, semoga
Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.
KATA
PENGANTAR..............................................................................................
DAFTAR
ISI.............................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG..................................................................................
2.
RUMUSAN MASALAH..............................................................................
3.
TUJUAN........................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN
1.
TABLIGH.....................................................................................................
2.
IRSYADN ISLAM.......................................................................................
3.
TADBIR ISLAM..........................................................................................
4.
TATHWIR ISLAM.......................................................................................
BAB
III PENUTUP
1.
KESIMPULAN.............................................................................................
2.
SARAN.........................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Dakwah
dalam pengertian syara’ (istilah), menurut pendapat dari H. M . Arifin, M. Ed.
Mengandung pengertian sebagai suatu ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan,
tingkah laku, dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam
usaha mempengaruhi orang lain, baik secara individual maupun secara kelompok,
agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan, serta
pengalaman terhadap ajaran agama sebagai massage yang disampaikan kepadanya
dengan tanpa adanya unsur-unsur paksaan.
Sebagaimana
yang kita ketahui, bahwa Islam adalah agama dakwah, yang mengandung arti bahwa
keberadaannya di muka bumi ini adalah dengan sebarluaskan dan diperkenalkan
kepada umat melalui aktivitas dakwah, bukan dengan paksaan, kekerasan, tidak
pula dengan kekuatan pedang. Hal ini dapat kita pahami, karena islam adalah
agama perdamaian, agama cinta kasih, agama pembebas dari belenggu pembudakan,
agama yang mengakui hak dan kewajiban setiap individu. Dengan demikian,
anggapan para orientalis yang mengatakan bahwa islam adalah agama terorisme,
adalah suatu pandangan yang salah kaprah, dan sangat mengada-ada. Betapa tidak,
padahal Al-quran sebagai kitab suci yang dipedomani oleh umat islam telah
menegaskan, bahwa tidak ada paksaan untuk memeluk islam.
Dakwah
sekarang dipahami bukan hanya proses penyampaian pesan islam dalam bentuk
ceramah, khutbah di podium atau mimbar saja, yang biasa di lakukan para
penceramah atau mubaligh akan tetapi dakwah merupakan beragai aktifitas
keislaman yang memberikan dorongan, percontohan, penyadaran baik berupa
aktivitas lisan, tulisan dan perbuatan dalam rangka merealisasikan nilai-nilai
ajaran islam yang di laksanakan oleh seluruh umat islam sesuai dengan kedudukan
dan profesinya masing-masing untuk mewujudkan kehidupan umat manusia meraih
keridhoan Allah dan selamat di dunia dan akhirat. Yang paling di utamakan buat
kepekaan seorang Da’I terhadapan pemahaman kepekaan Mad’unya yaitu dari mulai
diri sendiri.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa yang di maksud dari Tabligh islam?
2.
Apa yang di maksud dari Irsyad islam?
3.
Apa yang di maksud dari Tadbir islam?
4.
Apa yang di maksud dari Tathwir islam?
C.
TUJUAN
Tujuan
pemakalah membuat ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menambah wawasan bentuk
– bentuk dakwah dengan cara mempresentasikan apa yang kita kemukakan ke teman –
teman. Selain itu kami punya tujuan lain diantaranya :
1.
Untuk mengetahui apa yang di maksud
Tabligh islam.
2.
Untuk mengetahui apa yang di maksud
Irsyad islam.
3.
Untuk mengetahui apa yang di maksud
Tadbir islam.
4.
Untuk mengetahui apa yang di maksud
Tathwir islam.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
TABLIGH
1.
Pengertian tabligh
·Secara
etimologi tabligh berasal dari kata kerja “ballagha- yuballighutablighan” (ﺑﻠﱠﻎ -يبلﱠِغُ - تبلِغً . )
Yang artinya menyampaikan. Menurut pandangan M. Natsir tabligh berarti
ballagha, yang artinya menyampaikan dengan sempurna, seperti dalam kalimat
ballaghul mubin yang artinya menyampaikan keterangan yang jelas, sedemikian
rupa, sehingga dapat diterima oleh akal dan dapat ditangkap oleh hati, kemudian
dapat pula dicerna oleh keduaduanya.
·Sedangkan
secara istilah tabligh yang dikemukakan menurut beberapa pendapat, yaitu:
- M.
Bahri Ghazali dalam bukunya Dakwah Komunikatif mengatakan bahwa tabligh adalah
suatu kegiatan penyampaian pesan ajaran agama islam. Di dalam kegiatan tabligh
itu unsureunsure ajakan, seruan, panggilan, agar orang yang dipanggil berkenan
mengubah sikap dan perilakuya sesuai dengan ajaran agama islam yang dipeluknya
-Menurut
Ensiklopedi Islam bahwa tabligh berarti menyampaikan ajaran- ajaran islam yang
diterima dari Allah Swt kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman dan
dilaksanakan agar memperoleh kebahagiaan dunia akhirat.
Jadi
secara istilah tabligh dapat disimpulkan yang berarti menyampaikan
ajaran-ajaran islam kepada umatnya, agar ajaran-ajaran tersebut dapat dijadikan
pedoman dan dilaksanakan dalam kehidupan mereka, sehingga mereka mau mengubah
sikap dan perilakunya apabila tidak sesuai dengan ajaran islam, dengan tujuan
memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Secara harfiah dakwah dan tabligh dapat
dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan, karena keduanya merupakan bagian
integral dari keilmuan dakwah. Tabligh artinya menyampaikan sedangkan dakwah
artinya mengajak atau ajakan, tabligh pada dasarnya merupakan bagian dari
dakwah, karena tabligh adalah dakwah yang dilakuan melalui lisan atau dapat
dikategorikan sebagai dakwah bil-lisan. Orang yang menyampaikannya disebut
mubaligh.
Seorang
mubaligh akan menghadapi orang-orang yang beraneka pemahamannya khususnya orang
awam tentng islam. Karena awamnya ini, boleh jadi rintangan dan ancaman
terhadap mubaligh sangat besar. Dalam surah al-ma’idah ayat 67 dijelaskan bahwa
rasulullah SAW. diperintahkan untuk tabligh ( menyampaikan wahyu yang diterima
dari allah SWT. ) dan allah SWT. menjanjikan penjagaannya.
B.
Irsyad Islam
1. Pengertian
irsyad islam
·Istilah
irsyad berasal dari kata rasyada-yarsyudu-rusydan –wa rasyadan رَشَدَ
يَرْشُدُ رُشْدَنْ وَرَشَدَن ) )yang berarti mencapai kedewasaan, mengajar, memimpin,
membimbing, menunjukkan, memberi nasehat dan petunjuk. Sedangkan kata irsyad
(al-irsyad) berarti petunjuk , pengajaran, nasehat, pendapat dan pertimbangan.
Jadi irsyad adalah
penyebar luasan ajaran agama islam yang sangat spesifik dikalangan sasaran
tertentu. Ia menampilkan hubungan personal antara pembimbing dengan
terbimmbing. Ia lebih berorientasi pada pemecahan masalah individu yang dialami
oleh terbimbing, sedangkan pembimbing memberikan jalan keluar sebagai masalah
tersebut. Disamping itu ia juga mencakup penyebar luasan ajaran islam
dikalangan agregat tertentu dengan suatu pesan tertentu. Pesan itu merupakan
paket program yang dirancang oleh pelaku dakwah.
Irsyad
memiliki makna transmisi, yaitu proses memberitahukan dan membimbing terhadap
individu, dua orang, tiga orang atau kelompok kecil (naskah) atau memberikan
solusi atas permasalahan kejiwaan yang dihadapi.
Ada beberapa fokus
kegiatan bentuk dakwah irsyad yaitu:
·Bimbingan: Bidang
ini mengkaji tentang prinsip-prinsip dasar dan teori bimbing, mulai dari
dasar-dasar, fungsi dan ruang lingkup bimbingan BK. Kemudian dilanjutkan dengan
mempelajari teori-teori dasar bimbingan untuk dapat diterapkan di lapangan.
Tujuannya, memberikan bekal pemahaman dan wawasan mengenai bimbingan sehingga
dapat membantu dalam melaksanakan aktivitas bimbingan islam.
·Konseling
: Bidang ini mengkaji tentang prinsip-prinsip dasar dan teori konseling.
Ia menjelaskan dasar-dasar, fungsi dan ruang lingkup konseling. Tujuannya
adalah memberikan bekal pemahanan dan wawasan mengenai konsep dan aplikasi
konseling, sehingga umat dapat melaksanakan aktivitas konseling islam.
·Psikoterapi
Islam: Bidang ini mengkaji tentang masalah-masah mendasar dalam
psikoterapi, mengenal psikoterapi persamaan- perbedaan psikoterapi dan
konseling serta mengenal dasar-dasar prosedur, teknik dan pendekatan dalam
psikoterapi khususnya psikoterapi religius. Tujuannya adalah agar umat mengenal
dan memehami konsep-konsep dasar psikoterapi serta memiliki keterampillan
penerapan konsep-konsep spikoterapi dalam melakukuan terapi menurut pendekatan
islam.
·Penyuluhan Islam: Bidang ini mengkaji tentang
penyuluhan islam sebagai salah satu cabang ilmu dakwah.kajiannya meliputi
sejarah perkembangan, tujuan dan fungsi, ruang lingkup serta konsep-konsep
dasar bimbingan dan penyuluhan islam sebagai landasan bagi penguasaan ilmu
bimbingan dan penyuluhan islam secara psifik dan mendalam. Tujuannya adalah
untuk memberikan pemahaman kepada umat tentang dasar-dasar teoritik dan
prinsip-prinsip penyuluhan islam teori-teori penyuluhan islam, yang
profesional, memberikan wawasan komprehensif dan integratif mengenai
ketrampilan membuat keputusan, menyusun perencanaan, serta memilih cara dan
alat (media) untuk aktivitas penyuluhan islam.
C.
TADBIR ISLAM
1. Pengertian
tadbir
Tadbir
(manajemen pembangunan masyarakat), dilakukan dalam rangka perekayasaan sosial
dan pemberdayaan masyarakat dalam kehidupan yang lebih baik, peningkatan kualitas
sumber daya manusia (SDM), dan pranata sosial keagamaan, serta menumbuhkan dan
mengembangkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat, dengan kegiatan
pokok : penyusunan kebijakan, perencanaan program, pembagian tugas dan
pengorganisasian, pelaksanaan dan pemonitoran serta pengevaluasian dalam
pembangunan masyarakat dari melalui pembangunan. Dua ragam dakwah yang terakhir
ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman.
Upaya
peningkatan kualitas aktivitas dakwah sangat berkaitan dengan usaha yang
meningkatkan kualitas seluruh komponen (rukun) yang terlibat dalam kegiatan
dakwah, yaitu kualitas sumber daya dai (SDD), Mad’u, materi, dll.
Berkaitan
dengan paparan sederhana diatas, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana
kegiatan dakwah itu direncanakan, karena suatu perencanaan yang baik harus
didasarkan hasil penelitian lapangan secara objektif. Tahap perencanaan dakwah
sangat menentukan perencanaan dakwah sangat menentukan keberhasilan dakwah.
Jika seorang dai atau suatu lembaga dakwah gagal dalam merumuskan suatu
perencanaan dakwah, dalam perpektif manajemen, ia juga sedang merencanakan
kagagalan. Sebuah ungkapan yang sangat terkenal dari dunia manajemen adalah
: Those who fail to plain, plain to fail, siapa yang gagal dalam
membuat rencana, berarti ia sedang merencanakan kegagalan.
Mengikuti
teori perencanaan dalam dunia manajemen modern, setidaknya terdapat beberapa
tahap dalam merumuskan rencana dakwah. :
a. Menetapkan
serangkaian tujuan dakwah. Perencanaan ini dimulai dengan keputusan tentang
keinginan atau kebutuhan dai atau organisasi dakwah. Tanpa rumusan tujuan yang
jelas, dai atau lembaga dakwah tidak dapat menggunakan sumber dayanya secara
efektif
b. Merumuskan
keadaan saat ini. Pemahaman dan identifikasi kondisi yang dihadapi masyarakat
dakwah (mad’u) menjadi sangat penting untuk merumuskan dan menentukan langkah
yang paling tepat dilakukan. Tahap ini memerlukan pasokan data dan informasi
yang memadai tentang suatu masyarakat yang dijadikan sebagai sasaran dakwah.
c. Mengidentifikasi
segala kemudahan dan hambatan. Hal ini dilakukan untuk mengukur kemampuan
seorang dai atau lembaga dakwah dalam mencapai tujuan dakwah
d. Mengembangkan
rencana dakwah untuk pencapaian tujuan. Tahap terakhir dalam proses perencanaan
dakwah ini meliputi pengembangan berbagai alternative kegiatan untuk pencapaian
tujuan, penilaian alternative-altrnatif, dan pemilihan alternatif terbaik
diantara berbagai alternative yang ada.
Seluruh
umat manusia baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, miskin atau
kaya, muslim maupun non muslim, kesemuanya menjadi objek dari kegiatan dakwah
islam ini, semua berhak menerima ajakan dan seruan ke jalan Allah.
Jika
ditinjau dari dari aspek psikologis, pendidikan, lingkungan sosial, ekonomi
serta keagamaan, merupakan suatu hal yang pokok dalam dakwah. Karena hal
tersebut akan sangat membantu dalam pelaksanaan dakwah, terutama dalam hal
penentuan tingkat dan macam materi yang akan disampingkan, atau metode mana
yang akan diterapkan, serta melalui media apa yang tepat untuk dimanfaatkan,
guna menghadapi mad’u dalam proses dakwahnya.
Demi
mengetahui keadaan masyarakat yang menjadi sasaran dakwah, maka kita perlu
mengklasifikasikan mereka menurut derajat pemikirannya. Dalam pada klasifikasi
mereka ini, menurut Hamzah Ya’qub dibagi dalam beberapa kelompok antara lain :
a.
Umat yang berfikir kritis, tergolong orang-orang yang berpendidikan dan
berpengalaman
b.
Umat yang mudah dipengaruhi, yaitu suatu masyarakat yang mudah untuk
dipengaruhi untuk dipengaruhi oleh paham baru
c.
Umat yang bertaklid, yakni golongan masyarakat yang fanatic buta bila
berpegangan pada tradisi dan kebiasaan turun-temurun.
Masalah
berikutnya adalah bagaimana kegiatan dakwah itu ditangani (diorganisasikan)
karena penanganan yang baik berkaitan dengan cara pembagian tugas secara tepat,
terpadu, dan pertimbangan keahlian. Pelaksanaan dakwah yang baik berkaitan
dengan ketetapan skala prioritas, sasaran, kebutuhan, target dan tujuan.
Kontrol atau evaluasi dakwah yang baik berhubungan dengan evaluasi secara
cermat, general, melihat ulang fungsi-fungsi manajemen dakwah yang lain. Semua
itu bertujuan membantu dalam menentukan langkah-langkah dakwah secara lebih
tepat dan efektif.
D.
Tathwir Islam
1. Pengertian
Tathwir Islam
Tathwir
menurut bahasa berarti pengembangan, menurut istilah berarti kegiatan dakwah
dengan pentransformasian ajaran Islam melalui aksi amal shaleh berupa
pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber daya lingkungan, dengan kata lain
mengembangkan pranata-pranata sosial, dan lingkungan atau pengembangan
kehidupan muslim dalam aspek
Tathwir ialah
sosialisasi ajaran Islam kepada masyarakat untuk mempertinggi derajat kesalehan
perilaku individu dan kelompok, sehingga dapat memecahkan masalah yang ada di
masyarakat. Mencakup transformasi, yaitu peroses pengamalan ajaran Islam
menjadi pengamalan, berupa pemberdayaan(taghyir & tamkin) sumberdaya
insani, lingkungan hidup dan ekonomi aspek kultur universal.
Tathwir
merupakan kegiatan pelembagaan nilai-nilai Islam ke dalam budaya masyarakat.
Contohnya acara tahlilan, merupakan budaya masyarakat yang telah disisipkan
nilai-nilai Islam.
Demikian
bahasan mengenai arti dan dimensi dakwah. Kini jelaslah bahwa dakwah tak hanya
sekedar ceramah (yang merupakan bagian dari tabligh). Meskipun benar bahwa ceramah
atau tabligh adalah bagian dari dakwah, namun dakwah tidak hanya itu. Masih
banyak kajian dakwah lain selain dari ceramah, sebagaimana telah dijelaskan
diatas.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kesimpulan
yang dapat kita peroleh dalam pembahasan makalah ini adalah :
1. Bentuk-bentuk dakwah adalah cara-cara
tertenu yang di lakukan oleh seorang atau beberapa orang untuk mencapai suatu
tujuan atas dasar hikmah dan kasih saying dengan langkah-langkah sistematis
dalam menyampaikan atau menyeru umat ke jalan Allah SWT sehingga dapat mencapai
tujuan yang di inginkan.
2. Bentuk-bentuk
dakwah terdiri atas tabligh, irsyad, tabdir dan tathwir.
3. Tabligh
adalah bagian dari sistem dakwah islam, begitupun tadbir, irsyad dan tathwir.
Kegiatan dakwah adalah usaha bersama orang yang beriman dalam merealisasikan
ajaran islam kedalam seluruh aspek kehidupan yang dilakukan melalui lembaga –
lebaga atau organisasi-organisasi.
B. SARAN
Kami
menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan baik dari penulisan
serta penyajian dalam Makalah ini. Oleh sebab itu kami mengharpkan
masukan-masukan dari Dosen pembimbing serta teman-teman guna kesempurnaan
makalah yang akan datang
DAFTAR
PUSTAKA
Aziz,
Moh. Ali, 2009, Ilmu Dakwah, Jakarta: Kencana,
Amin,
Samsul Munir, 2009, Ilmu Dakwah, Jakarta: Amzah
Tualeka,
Hamzah, 1993, Pengantar Ilmu Dakwah, Surabaya: Indah Ofset.




